Kehilangan seseorang yang sangat berarti sungguh suatu hal yang sangat berat dihadapi. Terlebih bila terjadi untuk kesekian kalinya.Kehilangan yang saya maksud bukan kematian. Kematian adalah hal yang mutlak dan tidak dapat dielak, bukan pula keputusan kita. Kehilangan yang saya maksud adalah ketika seseorang yang sungguh kita cinta dan mencintai kita sepenuh hati, lebih memilih melepaskan kita. Ya... ketika cinta menjadi satu pilihan dan cinta tak berpihak pada kita.
Ketika "mencintai" menjadi suatu pilihan, cinta itu tetap ada dan tak pernah bisa hilang. Hanya saja untuk mewujudkannya dalam suatu kata dan tindakanlah yang dapat kita pilih, apakah hendak kita nyatakan atau cukup rasakan dalam hati saja.
Melepaskan seseorang yang sungguh kita cintai, untuk menjalani apa yang menjadi pilihannya, sesungguhnya adalah satu cara menyatakan cinta yang begitu besar melalui tindakan. Berat. Tapi bisa kita terima bila cinta yang kita miliki memang begitu besarnya.
Aku sedang mengalaminya dan aku akan melewatinya. Masih selalu terbayang semua hal tentang dia. Tidak akan pernah hilang "kabut atau asap?" itu. Kebahagiaannya sungguh menjadi bahagiaku. Aku lanjutkan hidup bersama dia dalam hatiku.
Aku memilih dia dan hanya dia karena memang hanya ada dia dihatiku.
nie
Tidak ada komentar:
Posting Komentar