Senin, 20 Juni 2011

PIKUN!

Ya...pikun! Kata yang menjadi momok di hari tua. Kata yang identik dengan orang berusia lanjut. Saya sendiri merasa belum tua, tapi penyakit pikun ini bikin saya merasa jauh lebih tua dari usia saya. Nasib!

Berapa kali sudah saya lupa kacamata saya..? Berapa kali sudah saya lupa nama teman yang saya ajak bicara..? Berapa kali sudah saya lupa bawa dompet ketika pergi..? Sepertinya sudah terlalu sering, hingga saya malas menghitungnya hehee..

Tapi dari semua itu ada satu pertanyaan yang mengganjal dihati saya. Satu pertanyaan yang saya tidak pernah bisa menjawabnya. Satu pertanyaan tanpa solusi. Satu pertanyaan yang nggak penting. Satu pertanyaan yang mungkin banyak juga orang lain mempertanyakan. Satu pertanyaan mudah yang tidak mudah untuk dijawab. Nasib!

Dan pertanyaan itu adalah: "kenapa saya tidak bisa pikun akan kamu?". Ya.. kenapa susah melupakan kamu..? Kalau kamu saja bisa dengan mudah melupakan saya, lalu kenapa saya tidak bisa dengan mudah melupakan kamu? Seperti kacamata saya, nama teman saya, dompet saya, dll. Kenapa kamu masih saja selalu hadir diotak & pikiran saya setelah sekian lama berlalu, sejak kamu memutuskan untuk pergi dari saya..?



nie

Sabtu, 04 Juni 2011

MY NEW EDANE

Kehilangan seseorang yang sangat berarti sungguh suatu hal yang sangat berat dihadapi. Terlebih bila terjadi untuk kesekian kalinya.Kehilangan yang saya maksud bukan kematian. Kematian adalah hal yang mutlak dan tidak dapat dielak, bukan pula keputusan kita. Kehilangan yang saya maksud adalah ketika seseorang yang sungguh kita cinta dan mencintai kita sepenuh hati, lebih memilih melepaskan kita. Ya... ketika cinta menjadi satu pilihan dan cinta tak berpihak pada kita.

Ketika "mencintai" menjadi suatu pilihan, cinta itu tetap ada dan tak pernah bisa hilang. Hanya saja untuk mewujudkannya dalam suatu kata dan tindakanlah yang dapat kita pilih, apakah hendak kita nyatakan atau cukup rasakan dalam hati saja.
Melepaskan seseorang yang sungguh kita cintai, untuk menjalani apa yang menjadi pilihannya, sesungguhnya adalah satu cara menyatakan cinta yang begitu besar melalui tindakan. Berat. Tapi bisa kita terima bila cinta yang kita miliki memang begitu besarnya.

Aku sedang mengalaminya dan aku akan melewatinya. Masih selalu terbayang semua hal tentang dia. Tidak akan pernah hilang "kabut atau asap?" itu. Kebahagiaannya sungguh menjadi bahagiaku. Aku lanjutkan hidup bersama dia dalam hatiku.
Aku memilih dia dan hanya dia karena memang hanya ada dia dihatiku.



nie