Hidup memang gak mudah.
Terkadang apa yang tersedia di depan mata adalah apa yang gak kita inginkan.
Sedangkan apa yang kita inginkan sulit sekali untuk membuatnya ada di depan mata kita.
Ketika kita nyaman bersama orang lain, banyak hal yang buat kita gak bisa bersama orang tersebut.
Banyak hal... banyak perbedaan yang membuat kita terkotak-kotak.
Berada dalam satu kotak yang satu dan sulit untuk keluar dari kotak tersebut.
Seringkali bukan kita yang membuat sekat itu ada, melainkan orang lain.
Ya... orang lain yang tidak tahu apa-apa tentang kita.
Orang lain yang tidak benar-benar mengenal siapa kita.
Sulit jadi manusia..
Manusia yang katanya adalah makhluk sosial.
Yang selalu bersinggungan satu sama lain.
Tapi coba pikirkan...
Bukankah kita yang paling tahu siapa kita?
Bukankah kita yang menjalani hidup dan peran kita masing-masing di dunia ini?
Saat kita kesulitan.. apakah orang-orang tersebut akan sigap menolong kita?
jawabnya satu kata: TIDAK!
Jadi... apa gunanya hidup mengikuti idealisme mereka?
Hanya jadi boneka untuk membahagiakan mereka tanpa peduli bagaimana perasaan kita yg sesungguhnya.
Hidup macam apa kalau seperti itu?
Toh Dosa dan Amal kita, kitalah nanti masing-masing yang menanggungnya.
Gak perlu sok suci mengajari mana yang baik dan mana yang salah ke orang lain.
Dear..
Aku bingung.
Aku gak yakin dengan semua yang sedang kuhadapi.
Terlalu banyak faktor X yang membuat semuanya terjawab MUNGKIN.
That's why I love exsacta. Matematika fisika dan sejenisnya adalah ilmu pasti tanpa perlu banyak variabel dan faktor X.
Aku benci ilmu sosial. Terlalu banyak hal yang gak pasti.
Terlalu banyak variabel yang membuat semua hal menjadi mungkin dan tidak mungkin.
Terkadang aku benci jadi pribadi bebas ciptaan Tuhan.
Aku benci menjadi diriku yang bebas menentukan sikap.
Kenapa sih manusia harus keluar dari Eden.
Coba kalau manusia masih disana, masih menjadi makhluk kesayangan Allah.
Segala hal sudah disediakan. Semua ada dan sudah ditentukan.
Segala hal yang terbaik sudah ada tanpa perlu kita hitung-hitung lagi untung-ruginya.
Tanpa perlu kita pertimbangkan lagi positif-negatifnya.
Semua hal dari Allah sudah pasti adalah yang terbaik.
Ah..aku rindu Allah :(
Ya Allahku.. Merajalah dalam hatiku..
Merajalah dalam hidupku.
Merajalah dalam setiap langkahku.
Jadilah segala hal sesuai kehendakmu.
Buatlah aku sesuai goresan penamu.
Jika sekali waktu aku bengal, ketahuilah..
Aku hanya tidak sabar akan pahatan dan ukiran indahMu menjadi nyata dalam hidupku.
Itulah sesuangguhnya mengapa terkadang aku berusaha membuatnya sendiri.
Aku lupa. aku lupa kalau aku tidak bisa memahat.
Bahkan ilmu memahatpun aku tak tahu.
Aku sok tahu... Dan kemudian terjatuh dalam segala kesulitan dalam hidupku dan menyalahkanMu.
Tapi Engkau memaafkanku dan tidak pernah membiarkan aku berlarut-larut jatuh terpuruk dalam kesulitan.
Kesulitan yang sesungguhnya aku sebabkan sendiri.
Tuhan.. Engkau terlalu baik.
nie